Yang disebut kompresi mesin atau
lebih tepatnya rasio kompresi mesin adalah perbandingan volume ruang
bakar (saat piston berada di puncak atas / titik mati atas) dengan
keseluruhan ruang silinder piston (ruang bakar dan ruang kompresi).
Misal volume ruang bakar diberi nama Vb dan volume silinder total adalah
Vt, serta volume ruang kompresi adalah Vk maka rasio kompresi bisa
dituliskan sebagai
Rasio kompresi: (Vt)/(Vb) = (Vb + Vk) / (Vb)
Misal perbandingan mesin Supra X adalah
9.0:1 artinya perbandingan Vt/Vb=9. Makin tinggi nilai Vt/Vb maka tenaga
yang dapat dihasilkan mesin akan semakin besar, karena pemampatan
udaranya semakin baik. Mesin-mesin motor sekarang memiliki rasio
kompresi yang semakin besar. Misal Jupiter MX 10,9:1, Yamaha Vixion
10:4:1 dsb. Makin tinggi rasio kompresi mesin maka membutuhkan bahan
bakar dengan nilai oktan makin tinggi (makin tahan tekanan tinggi
sebelum terbakar). Rasio kompresi 9.0:1 ke bawah cukup diberi premium
(dengan nilai RON-Research Octan Number –> 88 ) sedangkan selebihnya
memerlukan pertamax 92 dan di atasnya.
Kalau mesin kompresi tinggi
(pertamax) dipaksa diisi premium maka akan terjadi detonasi/menggelitik,
dimana BBM terbakar sebelum TMA, akibatnya tenaga ngedrop dan yang
paling parah piston bisa jebol, atau stang piston bengkok mau lihat???
Gambar 5. Piston jebol karena detonasi
Gambar 6. Setang Piston bengkok karena detonasi
Agar piston tidak jebol bisa diakali
dengan memajukan timing pembakaran, mintalah teknisi bengkel Anda
melakukannya. Supaya mesin kompresi tinggi anda premium-friendly. Untuk motor injeksi ada sensor BBM, jadi kalo vixion diisi premium sistem akan merubah timing pembakaran yang sesuai.